Kesadaran bawaan terkadang manipulatif, jika tidak ingin mengatakan dimanipulasi.
Semua hal berawal dari sana, tapi kita pura tak sadar bahwa akan berakhir di sana suatu saat. Soal bagaimana tersadar, ada cara lain selain menyadari, memulai.
Memulai, memulainya dengan kondisi kepuraan bahwa suatu saat akan berakhir." Terserah, apakah itu manipulatif atau dimanipulasi. Poin dari semuanya adalah pembelajaran. Tentang bagaimana belajar mengelola kesadaran, menerima, mengikhlas, dan begaimana belajar mempelajari. Siklus ini gambaran sederhana akan "kesadaran bawaan". Apakah itu manipulasi, bukan, itu manipulatif.
Baik dan buruk adalah presepsi, ini soal intensitas. Intensitas nampak dan berangkat dari perangkat epistem, semakin kuat; semakin nampak, semakin lemah; semakin absurd. Itu mengapa kita harus melibatkan akal dalam setiap penarikan kesimpulan, tidak melulu rasa yang manipulatif (jika tidak ingin mengatakan dimanipulasi).
Sungguh, berprinsip hanya dimiliki orang-orang sukses, sedang yang plin-plan hanya milik mereka yang "pura ingin" sukses. Lantas, dimana posisimu?
Kemarin jumat, 29 september 2017, hari ini sabtu. Bukan jumat dengan tanggal yang sama. Ini gambaran sederhana bahwa semuanya akan berakhir seperti jumat pagi kemarin. "Berakhir" apakah itu manipulatif atau dimanipulasi tidak menjadi soal. Jadi, kita tak butuh jawaban. Mari memulai, Bismillahirahmanirahim...
0 komentar:
Posting Komentar