2.31
Dua poin tiga satu, waktu indonesia tengah.
Cukup tepat (waktu) untuk bersenandung ide.
Senyap nan imajinatif, ramai yang malu-malu bersuara.
2.37
Dua poin tiga tujuh, waktu indonesia tengah.
Butuh enam menit untuk menyelesaikan bait di atas.
Itu cukup pantas untuk mencernah suasana.
Imanjinasi enggan bergerak,
Ia manja pada senyap.
Ramai yang mau-malu bersuara itu.
2.40
Dua poin empat puluh, waktu indonesia tengah.
Hanya butuh tiga menit untuk bergelut dengan imajinasi.
Tentang akhir, soal jumlah (bait), perihal hak, berapa dan (bait) mana yang akan mengakhiri.
2.41
Dua poin empat satu, waktu indonesia tengah.
Tersisa satu menit terakhir jika ingin patuh pada judul.
Toh ternyata pada akhirnya, semua tergantung pada imajinasi, bukan si-penulis.
Bukan juga bait, bukan pula suasana, tapi waktu.
Waktu: Dua poin empat dua yg mengakhirinya.
2.42
Dua poin tiga satu, waktu indonesia tengah.
Cukup tepat (waktu) untuk bersenandung ide.
Senyap nan imajinatif, ramai yang malu-malu bersuara.
2.37
Dua poin tiga tujuh, waktu indonesia tengah.
Butuh enam menit untuk menyelesaikan bait di atas.
Itu cukup pantas untuk mencernah suasana.
Imanjinasi enggan bergerak,
Ia manja pada senyap.
Ramai yang mau-malu bersuara itu.
2.40
Dua poin empat puluh, waktu indonesia tengah.
Hanya butuh tiga menit untuk bergelut dengan imajinasi.
Tentang akhir, soal jumlah (bait), perihal hak, berapa dan (bait) mana yang akan mengakhiri.
2.41
Dua poin empat satu, waktu indonesia tengah.
Tersisa satu menit terakhir jika ingin patuh pada judul.
Toh ternyata pada akhirnya, semua tergantung pada imajinasi, bukan si-penulis.
Bukan juga bait, bukan pula suasana, tapi waktu.
Waktu: Dua poin empat dua yg mengakhirinya.
2.42