Selasa, 04 September 2018

Menuju Kemenangan!

Beberapa ratus tahun silam, disebuah negeri bernama Fenesia (870 SM), yang penduduk bumi saat ini mengenalnya dengan nama Lebanon, Terjadi pembantaian wakil-wakil Tuhan penerima wahyu. Mula kejadian terjadi pada konsep "politik ranjang", Raja Ahab, Raja bangsa Israel menikahi putri negeri Tirus penyembah Baal, hingga rakyatnya dipaksa menyembah Baal dan membantai para Nabi-Nabi, Ahab tak berdaya.

"Allah, tahanlah hari ini, tahanlah pasukan ini untukku, sebagai mana Engkau pernah menahan Matahari untuk menolong Nabi-Mu Yosua", Nabi Elia berdoa.

Tuhan mengabulkan doanya, tidak ada pembantaian di siang hari, tetapi justru terjadi di malam hari. "Begitu keras Tuhanmu yang Esa terhadapmu wahai Nabi Israel", bahkan dewa kami tidak akan melakukan itu pada kami penyembahnya", penduduk berseru. Maha Kuasa Allah dengan Segala kepunyaan-Nya, "Bukan Tuhan jika hanya mampu melakukan satu sisi hal; yang baik, tidak juga yang buruk, yang indah, tidak juga yang jelek, yang menyedihkan, tidak juga yang membahagiakan. Dia maha kuasa, kuasa_Nya melingkupi segala sisi hal. Segalanya"!

Terkisahkan, seorang Daud a.s, setelah membangun tenda untuk beristerahat pada camp peperangan, seorang memasuki tendanya dan bergulat sampai fajar dengannya. Fajar menyingsing, tak ada seorang pun mengalahkan siapapun. "Izinkan saya pergi, berikan pengampunan padaku" kata orang tersebut, "saya tidak akan membiarkanmu pergi sampai engkau mengakuiku" kata Nabi Daud a.s. Tuhan telah mengakuimu. Dia telah memilihmu.

Tuhan hanya melakukan itu pada manusia-manusia pilihan-Nya, hanya lewat penderitaan kita mampu bereaksi pada kebahagiaan. Kita mesti merasakan kehancuran demi membangun kembali, sedang Tuhan tidak pernah menguji hamba-Nya diluar batas kemapuannya. Begitu cara Hukum Tuhan bekerja. Maka nikmat Tuhan mana yang akan kita dustakan!

Dalam keperkasaan KuasaNya, kita diperkenankan untuk mengambil pilihan-pilihan, dalam free will-free act terdapat keterbatasan Kuasa, jalan tengah Qadariyah & Jabariyah. Begitu ilustrasi Cinta-Nya pada Makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Waulahualam!

"Sesekali, kita butuh "menantang" Tuhan untuk memaknai segala peristiwa" Kata Nabi Elia. Menantang; pada konsep Qadariyah dan Jabariyah. Seperti pergulatan Daud a.s. Tidak ada kemenangan yang bukan dari-Nya. Lewat manusialah pilihan ada, hanya manusia yang disediakan kemampuan untuk memilih.

Bagi Nabi Elia, Jika manusia tidak mampu menentukan pilihan, dia ibarat bangkai mati meski masih memiliki raga, darah dan daging.

~~~
Tuhan telah memerintahkannya untuk kembali ke Fenesia, menyampaian ajaran-Nya, mengambil apa yang seharusnya, merobohkan sesembahan, menegakkan hukum kesemestian, hukum Tuhan. Tentu saja, Tuhan menang!

Bangsa Fenesia tidak lagi pernah merasakan kejayaannya, dan terus mengalami serangkaian penyerbuan semenjak itu, --Babilonia Baru, Persia, Makedonia, Seleucid, dan Bangsa Romawi. Namun mereka tetap bisa bertahan sampai saat ini, sebab menurut kepercayaan kuno, Tuhan tidak pernah memilih secara acak tempat yang ditentukan_Nya untuk didiami manusia.

Lebanon, hingga saat ini masih menjadi medan pertempuran. Di sekitarnya disebutkan beberapa negeri, Tirus, Sidon, dan Byblos, entah saat ini dikenal sebagai apa. Yang pasti, negeri-negeri itu juga medan pertempuran, Tuhan tidak pernah kalah, mereka akan dimenangkan kembali. Waulahualam!

Share: