Selamat pagi Keluarga mahasiswa hukum unhas. Jika anda sering kekampus,
maka spanduk tripleks (seperti gambar diatas) yang berdiri tepat didepan pintu masuk fakultas tidak
asing bagimu. Pataka itu berisi celotehan beberapa penolakan atas rencana
pemerintah untuk menaikan BBM. Kalimatnya sederhana, penuh canda, bijak nan
mengigit. Sayangnya spanduk sederhana itu tidak akan lagi mengganggu pemandangan
kita ketika memasuki gerbang fakultas hukum, pasalnya
pihak birokrasi fakultas telah membakarnya. iya, dibakar dengan alasan yg sangat
tidak jelas. Sampai pada tulisan ini diposting, kami belum mendengar alasan
yang rasional dari orang-orang yang mengaku pendidik itu!! Masalahnya apa? Aneh,
salahnya spanduk yang berdiri dibawah pohon apa? Kalimat dalam patakanya juga tidak
ada yang berindikasi tidak baik (Kecuali anda tidak normal). Pasalnya, menurut kabar yang tidak jelas ‘kreatifitas
diberangus atas nama keindahan’. Bukankan kreatifitas bagian dari keindahan itu
sendiri?
Apa yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan seperti
ini kawan? dunia pendidikan yang katanya mencerdaskan kehidupan bangsa !!
Benarkah Mencerdaskan kehidupan bangsa
atau malah menjadi tempat empuk untuk membunuh daya dan nalar kreatif anak
didiknya? jangan heran jika yang lahir adalah genersi bongsai yg bermental
kerdil. Iya, kita memang diajarkan untuk menjadi generasi seperti itu, dan
tentunya diajar dengan orang-orang seperti itu (Oknum). Mereka mengaku pendidik tapi
bersikap seperti budak yang kehilangan akal melawan sisa daya kritis mahasiswanya.
Pendidik? atau budak yang bermental inlander? Kasihan !!
Memang spanduk itu mengganggu yah kawan? bukan hanya
karakter kita yang sedang dibunuh dalam dunia yang telah menjadi komoditi ini,
tapi nalar kritis kita juga sedang digerek kawan. Mari bangkit dan melawan sebelum
kita semakin ditindas dengan alasan I-rasional.
Inilah wajah birokrasi dunia pendidikan kita, mempermalukan
diri sendiri dengan tindakan yang sangat tidak mendidik. Kasihan, pendidik?
simpan saja di tempat sampah istilah itu. Martin Heidegger (26 September 1889 – 26 May 1976) --dalam buku menyoal objektifitas
ilmu pengetahuan-- pernah bilang: Universitas hari ini tidak lagi menciptakan para
peneliti yang selalu resah akan kondisi sosial dan keilmuannya, hanya akan sampai pada level melahirkan para
pengajar yang terus saja menyampaikan tanpa mengolahnya –Rasio saat menjadi
sumber (r2), telah mati- . Anda pasti lebih tahu, apa beda antara pengajar dan
peneliti.
Pertanyaannya, apa yang bisa dilahirkan oleh kampus yang
kerjanya hanya membunuh 'sisa-sisa' daya kritis mahasiswanya?? Apa kabar
seluruh mahasiswa dari kampus seluruh tanah air !? Selamat pagi, semoga DO dan
skorsing tidak lagi menjadi pilihan kolot, bodoh, hina para birokrasi kampus yang mengaku pendidik. Salam.
Lss, dalam: www.lss-sh.blogspot.com
Makassar, 15 November 2014;
11:43 Wita
#Manohara (Makassar
November Hari Berdarah)
Presidium ARAK (Aliansi
Rakyat Anti Korupsi) RAHA

0 komentar:
Posting Komentar