Salam mahasiswa Makassar dan Indonesia. Salam para pejuang jalanan yang kadang garang dan kejam. Kejam atas segala tindakan represif provokator dan aparat, garang akan segala kebijakan pemerintahan yang menginjak-injak hati nurani kaumnya. Semoga itu bukan hanya nyayian sejarah yang liriknya kini hampir terlupakan. Aminnn...
Lagi, untuk sekali lagi semestinya kita sedang berada ditengah jalan dengan suara yang semakin parau. Pemerintah yang kolot tengah menguji kesabaran anda, wahai parlementer jalanan. Entahlah apakah ini ujian atau cacian secara tidak langsung terhadap kerterkukungan idealisme kita, faktanya bahwa pemerintah yang dipimpin oleh --yang katanya-- pilihan dan sahabat rakyat malah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan alasan yang sama basinya dengan rezim pemerintahan sebelumnya, soal subsidi yang membebani APBN dan subsidi yang tidak tepat sasaran. Alternatifnya, pemerintah mengeluarkan tiga kartu sakti yang, aahh sudaahhlahh....
Negara kita negara hukum yang semestinya segalanya berlandas aturan yang jelas agar tidak berbuah tanya seperti pohon buah naga unhas. #eehh... Ngurus negara tidak seperti ngurus warung kopi yang tiba akal lansung di implementasikan. Meski berniat baik, tetapi harus dengan cara yang diamini oleh landasan yang jelas wahai sahabar rakyat.
Baik, kembali kepersoalan BBM. Ada banyak polemik akan isu kenaikan BBM. Disaat harga minyak dunia turun dikarenakan menguatnya USD, harga minyak Indonesia malah harus naik atau subsidi harus ditarik. Ngomong-ngomong soal alternatif terkait tiga kartu sakti, apakah anda yakin semua yang membutuhkan terfasilitasi, apakah semua akan tepat sasaran seperti ketakutan pemerintah akan ketidak tepat sasarannya subsidi BBM??, faktanya bahwa bangsa kita saat ini sedang krisis muslti dimensi yang bahkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas tiga sekolah dasar masih belum selesai, soal: Pelaksanaan tanggungjawab dan merampas hak orang lain. jangankan tenggang rasa, ikhlas dan disiplin, iri hati dan dengki yang terus menyelimuti hati kecil ini saja masih membayangi. Hasilnya, ketika subsidi diperuntukan untuk bukan kita, kita masih saja merasa berhak, atau mungkin bias dari iri hati dan dengki atas pengurangan kekayaan kita karena harus membeli BBM tak bersubsidi. Jika anda tersinggung wahai para borjuasi, itulah tujuannya.
Ketika negara kita masih marak menjadi eksportir atau bisa dibilang produsen minyak, maka kenaikan harga minyak dunia ditahun 2008 harusnya mendatangkan keuntungan buat kita, tetapi justru malah memaksa anda para parlementer jalanan bermandi ria watercanon dan batu dijalan melawan tindakan kolot para aparat.
Ada komentar menarik Pak Kwik akan subsidi BBM ini, bahwa yang namanya subsidi itu tidak sama dengan mengeluarkan uang tunai. Tetapi pemerintah malah mengalokasikan uang pada APBN untuk membiayai subsidi, uang tunainya dikemanakan ??
Mau berapapun harga minyak dunia, kita semestinya justru akan kelebihan uang. Bukan malah kerugian seperti yang selama ini dikemukakan. Anggap Harga minyak mentah US$ 100 per barrel. Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter. Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi. Kira-kira begitulah maksud subsidi. Mengganti kerugian pertamina, jadi menurut kami tidak tepat jika harus merubah pos anggaran subsidi kedalam bentuk lain, akan dikemanakan anggarannya??
Yang aneh, kita yang notabene negara yang memiliki minyak dalam perut bumi negara sendiri harus membeli minyak mentah dengan harga yang sama dengan pasar dunia. Anehkan? benar ada yg dibilang perusahaan asing dengan kesepakatan kerja bagi hasil, tetapi buat hak indonesia semestinya kita tidak perlu beli. Ini yg selama ini yang Jokowi maksud dengan investasi asing ? menurut kawan-kawan apa kelebihan investasi asing dengan kesepakatan kerja yang justru merugikan negara kita? yang anehnya lagi kita bahkan tidak sadar atau pura-pura tidak sadar dibodohi dengan kesepakatan yang merugikan. Itu karena dalam menggolkan aturan yang diinginkan asing, banyak yang di iming-imingi, aahh sudahlahh....
Yah begitulah kita, bodoh, kolot dan sok tahu serta reaktif berlebihan pada hal-hal yang semestinya tidak perlu. Sabar saja, presiden anda lagi gencar-gencarnya membuka peluang untuk asing menggerogoti negeri ini, kami mulai mempertanyakan Idealisme anda jika tidak lagi merisaukan ini. Anehkan ??
Disisi lain, Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel. Berarti semestinya pengurangan konsusmsi yang harus jadi tolak, tapi aahh sudahlah, sekali lagi untuk kita yang masih belum tuntas matapelajaran PKN akankah mengihlaskan diri kita terlihat proletar atau bertahan pada kondisi sok-sok borjuasi ?
Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak? Bahkan jika kita mengimpor kekurangan minyak yang dimaksud, dalam hitungan-hitungan pak kwik kita masih kelebihan uang berkisar Rp. 3.870,-. Jadi lari kemana uang tunai yang digunakan untuk subsidi yah ?? mungkin tuyul ambil kali yahh.
Apapun, mau harga minyak naik atau turun, negara yang menjadi produsen harusnya tidak terlalu goyang seperti yang dirasakan oleh negara kita saat ini. Justru jika memang kita betul-betul konsumtif akan minyak, harga minyak yang turun akan sangat membantu kita. Tapi kenyataannya ? ahh sudahhaallhh.
Harga minyak cenderung tertekan pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi) seiring Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Dikarenakan beberapa negara penghasil minyak sedang kelebihan produksi, Harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Desember turun US$ 1,25 menjadi US$ 77,4 per barel di New York Mercantile Exchange. Hal ini diikuti dengan harga minyak jenis Brent turun lebih dari US$ 1 menjadi US$ 82 per barel. Perhatikan, bahkan belum sampai perhitungan kita dengan harga US$ 100 perbarel. Harga minyak dunia cenderung tertekan seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat karena kekhawatiran konflik di Libya dan Ukraina. Dolar naik 0,2 persen terhadap mata uang lainnya di awal pekan ini. Penguatan dolar membuat harga minyak dan komoditas lainnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Hal itu ditambah dengan persediaan minyak melimpah, dan itu menandakan pertumbuhan ekonomi melambat sehingga menekan harga minyak. Sejak Juni 2014, harga minyak telah turun 30 persen.
Tetapi apa efeknya bagi negara kita yang masih masuk dalam kategori pengimpor minyak mentah? Harga minyak dunia naik ataupun turun pemerintah pasti akan menaikan harga BBM dengan semua alasan yang Ehtahlahh...
Ini adalah perusahaan minyak yang terus menguras minyak dalam negeri, PT. Chevron Pacific Indonesia, menghasilkan minyak mentah tersbesar, yaitu 476 ribu barrel per hari. Baru kemudian disusul oleh Pertamina (135 ribu), Conocophilips (71), CNOOC (64), Total Indonesie (60), medco EP (55), Petrochina (52), Unocal (35), Vico (24) dan BP (19 ribu) barrel per hari. menurut anda ?? ini mimpi anda tentang infestasi asing ?? jika hitungan ekonomi kami tidak salah, maka pendapatan minyak mentah indonesia semestinya +- ½ dari pengerokan perut bumi indonesia. Jadi jika harga minyak naik, maka kita masih menjual dan hasilnya kemana yah? tetapi karena konsumsi lebih besar maka memaksa kita harus impor, maka jika saat ini harga minyak turun, maka itu justru akan menguntungkan, tapi gmana yah ?? ahh sudahhlaahhh !!!!
Terakhir bahwa. harga minyak akan terus bermain naik dan turun. Konsumsi minyak dalam negeri akan semakin meningkat dan persediaan minyak bumi mentah dalam perut bumi indonesia akan semakin berkurang. Ditambah lagi minyak bumi indonesia tidak hanya dikuras oleh perusahan dalam negeri sendiri yang efeknya pasti minyaknya juga lari kemana-mana. Kini apa yang bisa dilakuakn oleh kita, kita yang masih memilih terus berparau-parau ria di jalan ??
Ayo kawan, jangan pernah menyerah dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan penindasan pemerintah terhadap rakyatnya sendiri. Jika bukan anda, maka kami ragu untuk menunjuk yang lainnya. Bukan untuk menyadarkan, tetapi memberi pelajaran. Salam kata-kata kotor untuk para pemerintah, karena hanya tersisa kata-kata itu pilihan bijaksana buat meraka. Salam !!
Lss –La said sabiq--
Makassar, 16 November 2014; 13.04 Wita
Presidium ARAK (Aliansi Rakyat Anti Korupsi) Raha
Sumber sebagian kutipan:
[1]
Analisis Pak Kwik, Dalam: http://kwikkiangie.com/v1/2012/03/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/
Diakses pada tanggal 16 Nov 2014
[2]
Liputan6 , Dalam: http://bisnis.liputan6.com/read/2133818/harga-minyak-terpuruk-ke-level-terendah-dalam-4-tahun
Diakses pada tanggal 16 Nov 2014
0 komentar:
Posting Komentar