Minggu, 02 Maret 2014

Analogi Kebebasan

Terkesimak kagum membaca beberapa tulisan yang membahas tentang Kebebasan. Mungkin beberapa diantara kami/mereka menganggapnya hanya beberapa bait tulisan yang +- sama dengan tulisan-tulisan yang sering dimuat dibeberapa media. Ada makna tersurat hadir dan mengganggu konsentrasi dalam membaca tulisan itu, tulisan yang menggugah tentang keberadaan beberapa analogi yang biasa digunakan dalam bahasa kelaziman tentang "Kebebasan". Kata sederhana ini (menurut beberapa orang) kadang dianalogikan identik dengan udara, awan, air disamudra, burung dan lain sebagainya.

Udara, awan, air disamudra, burung. Pernahkah kita mempertanyakan tentang keberadaan mereka, pernahkah kita berada dalam situasi yang tiba-tiba memikirkan hal tersebut, yang kemudian beberapa diantara kita menggunakannya untuk menjadi sebuah analogi terkait Kebebasan. Mungkin bisa jadi benar, tapi pernahkah kita memperhatikan beberapa hal itu secara seksama, mungkinkah kita pernah berpikir bahwa hal-hal tersebut sebenarnya tidak betul-betul bebas ??

******
Fenomena alam yang terjadi spontan disekitar kita, aktifitas sosial yang tak terprediksi, kadang membuat kita merasa terasing dalam lingkaran kita sendiri. Sedikit menggambarkan tentang ketidak bebasan kita untuk menetukan/mengatur fenomena dan peristiwa yang kita inginkan terjadi. Pada kondisi ini, mungkin sebenarnya kita juga tidak betul-betul bebas !!

Tapi perhatikan deretan tulisan ini, tulisan seorang penulis yang sedang asyik menulis tentang semua keragunnya dengan "bebas", menentukan sudut pandang dan alur tulisan sesuai dengan keinginannya dengan "bebas", memikirkan segalanya dengan bebasnya, dan mengeritik analogi tentang kebebasan dengan bebasnya. Atau mungkin bisa menjadi benar, pernahkah kita memikirkan tentang betapa bebasnya kita untuk berpikir bebas ??


Makassar, 22 November 2013
Share:

0 komentar:

Posting Komentar