Jumat, 21 November 2014

Sisa KUE (Politik) Masih Dibagi

Ada adigium hukum Prof. Taverne -- Berikan pada saya Jaksa dan Hakim yang baik, maka dengan hukum yang buruk pun saya dapat membuat putusan yang baik"--
Ini bukan efek kontestasi/apalah. Hanya sekedar celoteh kekecewaan terhadap putusan Presiden atas penunjukan Jaksa Agung. Bagaimanapun; ini diluar ekspektasi publik yang (terlalu) berharap banyak Salah satu lembaga hukum ini akan diisi oleh seorang yang tidak terkontaminasi independensinya. Mari berdalih bahwa beliau akan tetap Independen, tapi mau dibawah kemana kepentingan Partai Nasdem? Semoga ini hanya kekhawatiran yang berlebihan.

Media, yah, waktunya media yang berperan untuk membangun/menghegemoni paradigma publik. Bagaimana tidak; berbagai dugaan kepentingan dibalik keputusan pun bermunculan. Ada yang menghubungkan dengan kasus kredit macet Bank Mandiri terhadap PT Cipta Graha Nusantara (CGN) senilai Rp. 166,5 milyar yang mengusik nama Ketua Umum DPP Nasdem: Surya Paloh, yang hingga kini kasusnya masih mengambang. (Sumber: tajuk koran Sindo. Tulisan Guru Besar Hukum Univ. Bosowa 45 Prof. Marwan Mas). Ditambah lagi, beberapa saat yang lalu terjadi pertemuan manis entah berapa mata antara JKW dan SP. Sekali lagi, Semoga ini hanya kekhawatiran yang berlebihan.

Ahh, ini mungkin efek dari kerinduan kita akan sosok penegak hukum yang tegas/tangkas dan tak pandang bulu seperti Baharuddin Lopa, atau mungkin tekanan psikis akan bahaya laten korupsi yang semakin akut saja. Jika boleh meminjam beberapa istilah Budayawan ('Lss' juga sedang berpikir: Belakangan ini aspek budaya sedang laku-lakunya untuk dijadikan padanan-- Semoga tidak disusupi lagi dengan investasi Asing) Sujiwo Tejo; Negeri ini udah Eddan atau Kita sedang ber-Demokrasi berhala ala Alwi Rahman. Entahlah...

Masikah hukum akan menjadi panglima disaat kepentingan politik me-Raja ?? Apapun, hari ini kita kembali menyaksikan bagi-bagi kue kekuasaan sedang tren di Negeri yang katanya Negara hukum dengan sistem hukum/pemerintahan yang kompleks. Miris.

Akan ada banyak alasan 'Benar' kenapa anda kemudian harus berteriak (Dengan cara apapun), atau mungkin anda akan menemukan alasan 'Pembenar' untuk Diam. Bagaimana menurut Kawan ?

Lss -- Nama Pena (La Said Sabiq)
Presidium LKAK (Lembaga Kajian Anti Korupsi) Makassa
Share:

0 komentar:

Posting Komentar