Akhirnya
kondisi semakin mengafirmasi keadaan. Tentang sebuah kebutuhan yang tak-kan
mampu tergambar dalam bentuk teks basi. Tentang sebuah rasa yang tidak
terakomodir secara pasti namun tetap tergambar bahkan sangat jelas. Semoga ini
adalah hal yang biasa, seminimalnya ‘biasa’ untuk para pemilik rasa.
Akhirnya,
sampailah pada kondisi yang entah mau dinamai dengan apa. Kebanyakan dari
asumsi awal, kondisi ini semestinya tidak masuk dalam hitungan. Kondisi dimana
sebagian orang tidak mampu mengilustrasikannya dalam sebuah istilah. Aku bahkan
kehabisan kata untuk memberi nama rasa yang muncul entah dari dan oleh apa. Satu
hal yang pasti bahwa, ketidak hadiran-mu menjadi tersangka dalam kasus ini.
Jika anda
harus memberinya Istilah, istilah apa yang mampu mewakili ilustrasi ini ??
Apapun,
semoga istilah itu memiliki makna yang sama dengan apa yang sedang saya
pikirkan. Dan apapun itu, senang rasanya bisa mengajak-mu untuk berani menebak
dan menguak tabir rasa orang yang sedang mengagumi-mu. Semoga
kelancanganku atas segala hal dalam rasa ini mendapat maaf. Sebab rasa adalah
pengetahuan apriori yang berpotensi muncul ketika terpicu. Dan jika alasan
pembenar itu benar, maka semestinya anda akan mengenali rasa ini.
Semoga
Misterius-nya tak terdengar seram dan Manis-nya tak terdengar berlebihan. Karena
jika itu benar, maka sesungguhnya aku sedang Merindu.
Oleh : La Said Sabiq
On Fakultas Hukum Unhas
On Fakultas Hukum Unhas

0 komentar:
Posting Komentar