Senin, 28 April 2014

Si Manis (semakin) Misterius

Akhirnya kondisi semakin mengafirmasi keadaan. Tentang sebuah kebutuhan yang tak-kan mampu tergambar dalam bentuk teks basi. Tentang sebuah rasa yang tidak terakomodir secara pasti namun tetap tergambar bahkan sangat jelas. Semoga ini adalah hal yang biasa, seminimalnya ‘biasa’ untuk para pemilik rasa.

Akhirnya, sampailah pada kondisi yang entah mau dinamai dengan apa. Kebanyakan dari asumsi awal, kondisi ini semestinya tidak masuk dalam hitungan. Kondisi dimana sebagian orang tidak mampu mengilustrasikannya dalam sebuah istilah. Aku bahkan kehabisan kata untuk memberi nama rasa yang muncul entah dari dan oleh apa. Satu hal yang pasti bahwa, ketidak hadiran-mu menjadi tersangka dalam kasus ini.

Jika anda harus memberinya Istilah, istilah apa yang mampu mewakili ilustrasi ini ??

Apapun, semoga istilah itu memiliki makna yang sama dengan apa yang sedang saya pikirkan. Dan apapun itu, senang rasanya bisa mengajak-mu untuk berani menebak dan menguak tabir rasa orang yang sedang mengagumi-mu. Semoga kelancanganku atas segala hal dalam rasa ini mendapat maaf. Sebab rasa adalah pengetahuan apriori yang berpotensi muncul ketika terpicu. Dan jika alasan pembenar itu benar, maka semestinya anda akan mengenali rasa ini.

Semoga Misterius-nya tak terdengar seram dan Manis-nya tak terdengar berlebihan. Karena jika itu benar, maka sesungguhnya aku sedang Merindu.

Oleh : La Said Sabiq
On Fakultas Hukum Unhas
Share:

0 komentar:

Posting Komentar