Selasa, 15 April 2014

Kolom Politik (Penyadapan)

 

Kolom politik kompas : Intelijen dan Korupsi (Oleh Budiarto Shambazy). Tulisan menarik untuk kesekian kalinya, dihadirkan oleh kolom Politik Kompas. Ulasan pengembangan tulisan yang singkat dan sederhana. semoga bisa dibaca.

Membahas tentang kasus penyadapan telepon presiden, kasus yg sama pernah terjadi oleh AS terhadap Negara yg gampang disadap ini. beberapa dari kita (masyarakat) mungkin tdak terlalu perduli. simple, karena tidak ada urusannya secara lansung dengan perut. Saya tidak memiliki legitimasi yg cukup kuat untuk mengomentari soal apatisme yg menggerogoti kita dalam kondisi negara yang terkesan sedang tidak berpihak pada masyarakat.

Entahtahlah, sampai kapan para birokrasi yg hebat menyadari bahwa ini bukan hal kebetulan, kecuali sebuah aktifitas tersistematis untuk menguasai apa ! (Waulahuallam). Sederhananya, Hindia Belanda saat ini terkesan bukan milik kita lagi. 1998 Reformasi (Runtuhnya Orde Baru), serentak menenggelamkan kita dalam romantisme kegemilangan para massa demonstran yang mampu menghadirkan Reformasi, yang bahkan kemurniannya masih perlu untuk dipertanyakan.

Kembali soal penyadapan, " Intelijen negara lain " sedang merajalela Pak SBY, Mereka memanfaatkan moment menggerogoti negerimu yg sedang sibuk dalam kesedihannya meratapi masyarakat yang semakin hari semakin kehilangan prinsip-prinsip kemanusiaannya. Kesibukan yg lain tentunya masih diratapinya, mencari solusi kecil buat birokasinya yang SANGAT KORUP dan Hina. Dari strata struktur nasional sampai pada struktur daerah, aktifitas yg tersistematis dan massif dengan keji terus dilakukan tanpa belaskasih. Pasca-Reformasi negara kita berubah wujud menjadi sangat kerdil dan rapuh, penerapan sistem kemudian ikut rapuh yang disusul dengan melahirkan banyak generasi yg sangat kerdil dan juga terus rapuh. Perilaku Korupsi yang massif, terkesan di Amin-kan oleh sistem, semua kalangan memulainya dengan perlahan tapi pasti, siapa yang pantas dan berhak menghakimi ini semua, apakah diantara kita generasi yang kerdil ini !? Entahlah ...

Ketika negara kita dalam kondisi lemah dan sedang dilumpuhkan oleh perilaku korupsi, Intelijen beberapa negara berbondong masuk dan mengobrak-abrik semuanya. sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sebagainya menjadi sasaran empuk bagi mereka, Kepada siapa semestinya ini kusampaikan, kepada siapa semestinya kami bersandar ?? bukankah Para Nabi mengatakan bahwa "Imam" kami dimasa ini adalah pemerintah ?? siapa sebenarnya yang dimaksudkan oleh para Nabi yang bijak ??

Atau mungkin, Imam kami saat ini hanya memperlihatkan diri pada satu sisi. Yang mana sisi lain, yang sedang tersembunyi (Dimana kabaikan dan kabajikan tertumpu) masih mempersiapkan diri untuk memuliahkan kami. Kami menanti, dan saya percaya bahwa kebaikan itu masih ada pada Imam kami.


Hanya Sebuah Celoteh Malam
Pondok Irmayanti. 24 November 2013. Pukul 23.33 Wita


Share:

0 komentar:

Posting Komentar