Kolom politik kompas : Intelijen dan
Korupsi (Oleh Budiarto Shambazy). Tulisan menarik untuk kesekian kalinya,
dihadirkan oleh kolom Politik Kompas. Ulasan pengembangan tulisan yang singkat
dan sederhana. semoga bisa dibaca.
Membahas tentang kasus penyadapan telepon
presiden, kasus yg sama pernah terjadi oleh AS terhadap Negara yg gampang
disadap ini. beberapa dari kita (masyarakat) mungkin tdak terlalu perduli.
simple, karena tidak ada urusannya secara lansung dengan perut. Saya tidak
memiliki legitimasi yg cukup kuat untuk mengomentari soal apatisme yg
menggerogoti kita dalam kondisi negara yang terkesan sedang tidak berpihak pada
masyarakat.
Entahtahlah, sampai kapan para birokrasi
yg hebat menyadari bahwa ini bukan hal kebetulan, kecuali sebuah aktifitas
tersistematis untuk menguasai apa ! (Waulahuallam). Sederhananya, Hindia
Belanda saat ini terkesan bukan milik kita lagi. 1998 Reformasi (Runtuhnya Orde
Baru), serentak menenggelamkan kita dalam romantisme kegemilangan para massa
demonstran yang mampu menghadirkan Reformasi, yang bahkan kemurniannya masih
perlu untuk dipertanyakan.
Kembali soal penyadapan, " Intelijen
negara lain " sedang merajalela Pak SBY, Mereka memanfaatkan moment
menggerogoti negerimu yg sedang sibuk dalam kesedihannya meratapi masyarakat
yang semakin hari semakin kehilangan prinsip-prinsip kemanusiaannya. Kesibukan
yg lain tentunya masih diratapinya, mencari solusi kecil buat birokasinya yang
SANGAT KORUP dan Hina. Dari strata struktur nasional sampai pada struktur
daerah, aktifitas yg tersistematis dan massif dengan keji terus dilakukan tanpa
belaskasih. Pasca-Reformasi negara kita berubah wujud menjadi sangat kerdil dan
rapuh, penerapan sistem kemudian ikut rapuh yang disusul dengan melahirkan
banyak generasi yg sangat kerdil dan juga terus rapuh. Perilaku Korupsi yang
massif, terkesan di Amin-kan oleh sistem, semua kalangan memulainya dengan
perlahan tapi pasti, siapa yang pantas dan berhak menghakimi ini semua, apakah
diantara kita generasi yang kerdil ini !? Entahlah ...
Ketika negara kita dalam kondisi lemah dan
sedang dilumpuhkan oleh perilaku korupsi, Intelijen beberapa negara berbondong
masuk dan mengobrak-abrik semuanya. sumber daya alam, sumber daya manusia, dan
sebagainya menjadi sasaran empuk bagi mereka, Kepada siapa semestinya ini
kusampaikan, kepada siapa semestinya kami bersandar ?? bukankah Para Nabi
mengatakan bahwa "Imam" kami dimasa ini adalah pemerintah ?? siapa
sebenarnya yang dimaksudkan oleh para Nabi yang bijak ??
Atau mungkin, Imam kami saat ini hanya
memperlihatkan diri pada satu sisi. Yang mana sisi lain, yang sedang
tersembunyi (Dimana kabaikan dan kabajikan tertumpu) masih mempersiapkan diri
untuk memuliahkan kami. Kami menanti, dan saya percaya bahwa kebaikan itu masih
ada pada Imam kami.
Hanya Sebuah Celoteh Malam
Pondok Irmayanti. 24 November 2013. Pukul
23.33 Wita
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar