Selasa, 04 Maret 2014

Gubuk Sang Gadis

Kudengar Angin mengusik pepohonan dan batang padi
Sebelum gelep menelan matahari secara sempurnah
Menjadi pesan waktu yang menuntut pulang
Sudahi segalanya sebelum sunyi menguasai seutuhnya

Aku ingin merayumu sesaat ini
Aku ingin menyesatkanmu sebelum semuanya tersesat
Entitasnya menjadi nyata setelah ter-konstruksi dalam kepiawaian
Aku tidak lagi mengenalnya meski suasanannya begitu akrab
Gubuk, yah gubuk itu telah tercabik oleh suasana yang mereka sebut indah

Gadis-ku, meski gubuk tak lagi nyaman melindungi
Tak lagi menyelematkan hempasan sang sunyi
Entitasnya menjadi nyata tak sebanding dengan keberadaan yang lain
Gubuk lama lebih mengenalmu dari kearifanmu

Gadis-ku, iming gubuk itu manis nan menjanjikan
Menggambarkan segalanya seakan menyelamatkan dari hempasan
Entitasnya menjadi nyata tak sebanding dengan keberadaan yang lain
Gubuk baru tak mengenalmu dari kearifanmu

Gadis-ku, gubuk ini tak semanis nan terbayang
Kumuh dan berbias meresahkan hempasan sunyi
Entitasnya berbanding terbalik dengan keberadaan yang lainnya
Terbangun dengan kasih, tanpa iming menjanjikan

Gadis-ku, tentang gubuk
Dan mereka yang mengimingi lewat gubuk. –
SAMPAH !!


Irmayanti pondok, 1 Januari 2014. 20.07 WITA





Share:

0 komentar:

Posting Komentar