Kudengar
Angin mengusik pepohonan dan batang padi
Sebelum
gelep menelan matahari secara sempurnah
Menjadi
pesan waktu yang menuntut pulang
Sudahi
segalanya sebelum sunyi menguasai seutuhnya
Aku ingin merayumu sesaat ini
Aku ingin menyesatkanmu sebelum semuanya tersesat
Entitasnya menjadi nyata setelah ter-konstruksi dalam
kepiawaian
Aku tidak lagi mengenalnya meski suasanannya begitu
akrab
Gubuk, yah gubuk itu telah tercabik oleh suasana yang
mereka sebut indah
Gadis-ku,
meski gubuk tak lagi nyaman melindungi
Tak
lagi menyelematkan hempasan sang sunyi
Entitasnya
menjadi nyata tak sebanding dengan keberadaan yang lain
Gubuk
lama lebih mengenalmu dari kearifanmu
Gadis-ku,
iming gubuk itu manis nan menjanjikan
Menggambarkan
segalanya seakan menyelamatkan dari hempasan
Entitasnya
menjadi nyata tak sebanding dengan keberadaan yang lain
Gubuk
baru tak mengenalmu dari kearifanmu
Gadis-ku,
gubuk ini tak semanis nan terbayang
Kumuh
dan berbias meresahkan hempasan sunyi
Entitasnya
berbanding terbalik dengan keberadaan yang lainnya
Terbangun
dengan kasih, tanpa iming menjanjikan
Gadis-ku,
tentang gubuk
Dan
mereka yang mengimingi lewat gubuk. –
SAMPAH
!!
Irmayanti
pondok, 1 Januari 2014. 20.07 WITA
0 komentar:
Posting Komentar